Rabu, 20 Mei 2009

Sifat-sifat yang Perlu Ditunjukkan pada saat Wawancara

Sadar atau tidak, semua manajer perekrut (hiring manager) mencari sejumlah karakteristik tertentu yang dapat dimasukkan ke dalam “Kompetensi Perilaku” (Behavioral Competencies). Salah satu yang paling penting dari karakteristik itu adalah kepercayaan diri. Apabila Anda terlihat tidak percaya diri, maka sebagus apapun CV Anda tidak akan menolong.

Berikut ini beberapa karakteristik lain yang perlu Anda tunjukkan untuk memenangkan hati pewawancara Anda:


1. Keberanian/Persuasi : Kemampuan untuk meningkatkan tekad untuk menyelesaikan pekerjaan ketika menghadapi situasi yang sulit atau banyak halangan. Tunjukkan kemampuan Anda untuk mempengaruhi orang-orang melakukan sesuatu. Tunjukkan bahwa Anda bersikap adil dan baik, tetapi tunjukkan juga bahwa Anda bisa agresif dan bahkan terkadang mengintimidasi orang lain. Jangan berikap setengah-setengah. Tunjukkan kepercayaan diri dan bahwa Anda tidak mudah diintimidasi. Tunjukkan keinginan untuk mempengaruhi pemikiran orang lain. Tunjukkan bahwa Anda bisa mendapatkan persetujuan orang lain melalui logika Anda, pilihan-pilihan yang Anda berikan, dan daya tarik emosional.


2. Menjunjung tinggi nilai-nilai pribadi dan bersikap etis : Kemampuan untuk meyakini apa yang Anda lakukan dan menekankan pelayanan. Tunjukkan kesetiaan sehingga pewawancara dapat merasa yakin Anda tidak akan berhenti setelah tiga bulan — atau meninggalkan klien Anda di tengah jalan. Kualitas ini adalah kunci dalam membangun kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Tunjukkan bahwa Anda akan bertindak sesuai dengan apa yang benar. Tunjukkan bahwa Anda serius dan akan benar-benar melakukan apa yang Anda katakan.


3. Komitmen : Kemampuan untuk berdedikasi pada pekerjaan. Anda harus tunjukkan keyakinan yang kuat terhadap apa yang Anda kerjakan. Tunjukkan bahwa Anda bersedia berkorban untuk orang lain ketika diperlukan karena Anda seorang yang berkomitmen. Tunjukkan tanggung jawab yang kuat dan komitmen bukan hanya pada pewawancara dan perusahaan, tetapi yang jauh lebih penting adalah, kepada pelanggan dan klien.


4. Orientasi pada pekerjaan / Stamina : Kemampuan mengatasi pekerjaan dengan intensitas mental yang berat. Tunjukkan bahwa Anda bisa bekerja dengan cepat dan juga mampu menahan pekerjaan-pekerjaan yang berat dan lama. Tunjukkan bahwa Anda bisa menginvestasikan waktu dan tenaga yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan secara konsisten.


5. Kemampuan interpersonal / Kharisma : Kemampuan mengetahui bagaimana dan kapan untuk membereskan urusan dengan orang-orang. Tunjukkan bahwa Anda pandai bergaul dan memiliki charisma, dan bahwa Anda akan semakin efektif dalam hal ini karena Anda mempunyai tujuan yang jelas. Tunjukkan bahwa Anda memiliki kebutuhan di dalam diri Anda untuk mendapatkan persetujuan dan disukai orang lain, untuk membaur dalam suatu lingkungan. Tunjukkan bahwa Anda bisa dengan cepat membangun hubungan dengan orang lain.

6. Disiplin : Tunjukkan bahwa Anda mempunyai standar dalam diri Anda sendiri yang membuat Anda cukup mudah diprediksi dan juga produktif. Tunjukkan bahwa Anda menyukai tanggung jawab dalam membuat rencana dan menjalankannya sesuai dengan jadwal. Tunjukkan bahwa Anda bisa memotivasi diri sendiri untuk menyelesaikan suatu pekerjaan hingga selesai.


7. Sifat Kompetitif : Dorongan untuk selalu lebih baik dari orang lain. Tunjukkan bahwa Anda suka bersaing dan memiliki hasrat untuk menang, dan tunjukkan kematangan dengan mengetahui bagaimana hal ini memberi manfaat bagi semua orang.

8. Fokus : Kemampuan menentukan apa yang penting, menyusun prioritas dalam pekerjaan, dan mempertahankan arah yang jelas. Tunjukkan bahwa Anda mengerti bagaimana menyusun tujuan jangka pendek dan jangka panjang, dan bagaimana Anda membuat jadwal untuk memastikan tujuan tersebut tercapai.

9. Kemampuan Berpikir dalam Gambaran Besar : Kemampuan Anda untuk melihat gambaran besar, dan tidak hanya melulu memikirkan keremehan dalam tugas-tugas kecil. Tunjukkan kecenderungan Anda menuju penyelesaian proyek. Tunjukkan kemampuan Anda untuk melihat tujuan akhir dan apa yang diperlukan untuk mencapainya.

Hal-hal yang “Dilarang” dalam Wawancara

Pada saat wawancara, perhatikanlah agar jangan melakukan hal-hal berikut ini:

1. Jangan meremehkan pencapaian Anda sendiri. Sekecil apa pun, atau sesedikit apa pun, pencapaian Anda itu penting. Kemaslah pencapaian-pencapaian itu sedemikian rupa sehingga dapat menunjukkan sifat-sifat atau kompetensi perilaku yang dicari para pewawancara. Jangan lupa menyebutkan pencapaian Anda itu dengan cara yang terukur misalnya dapat menghemat waktu dan uang, atau membuat kolega atau klien atau atasan Anda merasa lebih aman, dihargai dan dikagumi.


2. Jangan terlalu merendah. Wawancara bukanlah saat untuk merendahkan diri. Meskipun bukan berarti Anda harus sombong, tetapi jangan membuat kalimat-kalimat yang datar seperti “Berdasarkan kemampuan saya, dan pengalaman dengan X, saya merasa saya akan memberikan kontribusi yang baik bagi tim Anda.”


3. Jangan terpaku pada job description resmi. Peran dan tanggung jawab Anda biasanya lebih dari “jabatan resmi” Anda di masa lalu maupun masa depan. Anggaplah diri Anda sama pentingnya dengan seorang CEO dalam batas-batas pengaruh Anda. Bila Anda menganggap diri Anda seorang yang penting dalam pekerjaan Anda, maka orang lain akan menganggap Anda penting juga. Tunjukkan bahwa Anda bersedia melakukan pekerjaan di luar rangkuman pekerjaan (job description) resmi bila diperlukan.


4. Jangan pernah memberikan informasi negatif tentang Anda dengan sukarela. Bila ditanya apa kelemahan utama Anda, jawablah dengan kelemahan yang telah Anda atasi, atau katakana pada pewawancara tentang kelemahan yang sesungguhnya bisa mengindikasikan kekuatan, seperti “kadang-kadang aku merasa tidak sabar dengan rekan satu tim yang tidak terorganisir.” Jangan pernah menunjukkan tuntutan pekerjaan yang tidak Anda sukai.


5. Jangan mengkritik mantan bos atau perusahaan tempat Anda pernah bekerja. Mengatakan yang jelek-jelek tentang pekerjaan yang lalu, mantan bos, mantan kolega dan klien, tidak pernah ada gunanya, dalam wawancara maupun dalam kehidupan secara umum. Lebih baik menjadi seorang yang tidak bergosip atau mengatakan yang jelek-jelek tentang orang lain.


6. Jangan pernah berbohong. Jangan bersikap tidak jujur dalam sebuah wawancara. Anda boleh (dalam batas yang wajar) melebih-lebihkan, menghapus, bersikap ambigu bila diperlukan, dan memberi bumbu di sana-sini. Anda sedang mencoba menjual diri Anda, bersikaplah seperti pengiklan, Anda boleh menekankan kekuatan produk Anda, tetapi jangan pernah berbohong.


7. Jangan menanyakan soal gaji, liburan, atau manfaat lain sebelum Anda mendapatkan tawaran, atau sudah hampir pasti mendapatkan tawaran tersebut. Meskipun begitu, Anda harus siap ketika ditanya tentang permintaan gaji Anda. Beberapa pewawancara bahkan menanyakan hal ini di awal. Karena itu persiapkan angka yang layak untuk Anda, setelah melakukan sedikit riset tentang gaji yang layak untuk posisi Anda. (Baca: Tips Negosiasi Gaji)


8. Jangan merasa tertekan untuk menjawab setiap pekerjaan. Kadang-kadang jawaban terbaik adalah “Saya tidak tahu.” Bila Anda memang tidak tahu jawabannya, katakanlah demikian. Anda tidak mungkin mengetahui segalanya. Gunakan saat-saat seperti ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemauan Anda untuk belajar.
Selain hal-hal di atas, selalu gunakan akal sehat. Berpakaianlah yang pantas, jangan terlambat, bawa fotokopi resume Anda, pastikan Anda tidak bau badan, tidak bau rokok atau makanan, tidur yang cukup pada malam sebelumnya, bersikap sopan, santai, jangan berbicara soal politik atau agama, dan jangan terlalu tegang.